Minggu, 14 Juli 2019

Perjuangan Seorang Remaja Mencari Keberkahan

BY Nafarin IN No comments

Imam Arifin atau yang biasa akrab di panggil dengan nama FinJ merupakan salah seorang Jurnalis yang mulai menggeluti dunia jurnalistik sejak ia tamat dari sekolah menengah atas. Karena keterbatasan biaya, FinJ akhirnya tidak bisa melanjutkan study nya ke perguruan tinggi. Alhasil, untuk melanjutkan cita-cita dan juga perjuangannya, ia harus rela menjadi seorang jurnalis di berbagai media. Karena baginya, tidak bisa melanjutkan study ke perguruan tinggi bukan berarti ia tidak memiliki masa depan.

Perjuangan Seorang Remaja

FinJ lahir di Sentang Lestari pada 20 September 1999. Ia merupakan anak keempat dari empat bersaudara. Saat ini, orangtua yang dimilikinya tinggallah seorang ibu. Sang ayah tidak tahu entah pergi kemana. Menurut cerita ibunya, ayah FinJ mulai pergi meninggalkan keluarga saat FinJ berusia 3 tahun. Untuk mencukupi kebutuhan hidup, FinJ harus berusaha dengan keras untuk bisa mendapatkan uang. Mengingat tamatan yang dimiliki FinJ hanya SMA dan sangat sulit untuk mendapatkan pekerjaan yang jauh lebih mapan.

Menjadi seorang jurnalis media baginya sudah cukup. Karena memberikan informasi yang bermanfaat bagi banyak orang merupakan tujuan utamanya dalam hidup. Apalagi jika dirinya bisa bermanfaat bagi orang lain. Setiap harinya ia harus berkeliling di sekitaran kota dan juga pedesaan untuk mendapat berita yang bisa diliput. Kadang dapat kadang juga tidak. Namun hal tersebut tidak membuatnya putus asa. Sebab, usia yang masih terbilang sangat mudah merupakan modal penting yang harus diperjuangkan untuk meraih kesuksesan.

FinJ juga tidak berharap mendapatkan gaji yang besar dari pekerjaan yang sedang dijalankannya. Biar sedikit asal halal merupakan komitmen yang selalu ia pegang dalam hidup. FinJ juga harus menjadi tulang punggung keluarga. Dengan pendapatan yang jauh dari kata cukup, FinJ harus bisa menempatkan uang sesuai dengan tempatnya. Apalagi ia ingin sekali bisa umroh dan naik haji bersama dengan ibu tercintanya.

Karena baginya tidak ada hal yang tidak mungkin di dunia ini selagi hal tersebut baik. Mumpung usianya masih terbilang sangat mudah, ia harus bisa menyisihkan sebagian uang yang didapat untuk tabungan naik haji & umroh suatu saat nanti. Terbilang tidak mungkin, namun ia tetap semangat mengumpulkan sedikit demi sedikit uang yang didapat agar ia bisa berangkat ke tanah suci suatu hari nanti.

Ibu FinJ yang bernama Jumiyem juga sempat memperkenalkan Asuransi Wakaf Allianz kepada FinJ. Bagi ibu FinJ, Asuransi Wakaf Allianz merupakan salah satu program yang sangat cocok untuk diikuti. Selain mudah, Asuransi Wakaf Allianz juga memiliki banyak sekali fitur, salah satunya berkah. Yaitu pahala yang akan terus mengalir selama nilai wakaf dimanfaatkan. Asuransi Wakaf Allianz juga merupakan program yang sangat aman untuk diikuti. Karena transaksi wakaf dilakukan langsung oleh Badan Wakaf Indonesia (BWI). 

Nilai wakaf yang telah diterima nantinya akan dikelola dan kembangkan sesuai dengan peruntukannya oleh Badan Wakaf Indonesia (BWI). Asuransi Wakaf Allianz juga sudah terdaftar di OJK (Otoritas Jasa Keuangan). Jadi, bagi anda yang mau mengikuti program ini tidak perlu khawatir. Karena lalu lintas dana yang masuk selalu diawasi oleh OJK.

Melihat hal tersebut, FinJ pun akhirnya berniat untuk mengikuti program Asuransi Wakaf Allianz. Hal ini dilakukan agar uang yang telah didapatkannya bisa berguna dan bermanfaat bagi banyak orang. Tidak hanya itu saja, keinginannya untuk bisa berangkat ke tanah suci juga mudah-mudahan bisa terwujud. Amin-Amin Ya Rabbal ‘Alamin.